
Pengendalian Sejak Dini Penyakit Ganoderma (Busuk Pangkal Batang) pada tanaman kelapa sawit adalah sangat penting dan krusial karena penyakit ini musuh utama perkebunan sawit terutama di lahan endemik Ganoderma dimana dapat menginfeksi tanaman hingga 6.2% dari total tanaman dalam waktu 60 bulan setelah tanam dan menyebakan kematian tanaman hingga 80% setelah 15 tahun setelah tanam
Endemik penyakit Ganoderma pada kelapa sawit merujuk pada kondisi di mana jamur Ganoderma boninense menetap, bertahan hidup, dan berjangkit secara terus-menerus di suatu lahan perkebunan. Ganoderma adalah patogen tular tanah(soil-borne) yang menyerang akar dan menyebabkan busuk pangkal batang.
Lahan Endemik Ganoderma
- Persistensi di Lahan dimana jamur telah menjadi bagian dari ekosistem tanah dan bertahan dalam sisa-sisa perakaran atau bonggol sawit tua yang terinfeksi.
- Sumber Inokulum Tinggi khususnya dilahan gambut terutama pada generasi kedua atau ketiga perkebunan sawit.
- Penyebaran Melalui Akar terjadi melalui kontak akar sawit sehat dengan jaringan akar yang terinfeksi di dalam tanah.
- Perubahan Status Lahan non-endemik dapat berubah menjadi endemik jika pengelolaan penyakit tidak baik
- Kondisi Lingkungan mendukung perkembangan jamur, seperti kelembapan tinggi.

Langkah-langkah Pengendalian Dini Ganoderma:
- Aplikasi Agen Hayati (Trichoderma): Gunakan Trichoderma sebagai musuh alami Ganoderma, sejak pada fase pembibitan hingga tanaman menghasilkan (TM)
- Teknik Pemberian Trichoderma:
- Bersihkan piringan tanaman sejauh 1-1,5 meter dari pokok.
- Taburkan 600 gram pupuk hayati Ganofend yang mengandung Trichoderma di sekeliling batang.
- Tutup dengan bahan organik untuk menghindari sinar matahari langsung.
- Lakukan saat tanah lembab atau setelah hujan.
- Sanitasi Lahan: Gali dan musnahkan tunggul serta sisa-sisa akar pohon yang terinfeksi untuk memutus rantai penularan, terutama sebelum penanaman kembali (replanting).
- Pengendalian Kultur Teknis:
- Mounding (Pembumbunan): Membumbun tanah di sekitar pangkal batang untuk merangsang akar baru dan memperpanjang umur produktif tanaman.
- Pembuatan Parit Isolasi: Membuat parit di sekeliling tanaman yang sakit untuk mencegah penularan akar ke tanaman sehat.
- Manajemen Kelembaban: Mengatur drainase dan membersihkan gulma agar lahan tidak terlalu lembab.
- Penggunaan Bibit Sehat: Memastikan bibit yang ditanam bebas dari Ganoderma dan telah diberi perlakuan Trichoderma & Mikoriza.
Trichoderma spp. adalah agen hayati (biofungisida) yang sangat adaptif dan efektif dalam mengendalikan jamur patogen Ganoderma boninense di perkebunan kelapa sawit Dimana membutuhkan kondisi lingkungan spesifik, terutama pada fase awal pembibitan dan pindah tanam dan saat replanting.

Beberapa kondisi lingkungan optimal untuk pertumbuhan Trichoderma pada lahan :
- Suhu Tanah/Lingkungan optimal berkisar antara 25–30°C, meskipun masih dapat tumbuh pada kisaran 10°C hingga 35°C. Suhu yang terlalu tinggi (di atas 35°C) dapat menghambat pertumbuhannya.
- pH Tanah: Trichoderma menyukai kondisi tanah yang sedikit asam hingga netral untuk berkolonisasi lebih baik, dengan pH optimum berkisar antara 4.0 hingga 7.0.
- Kelembaban: Pertumbuhan optimal tercapai pada kelembaban tanah 40-60% dari kapasitas lapang (lembab tetapi tidak tergenang air).
- Ketersediaan Bahan Organik: Sebagai jamur saprofit, Trichoderma tumbuh cepat dengan adanya bahan organik minimal 5% yang berfungsi sebagai nutrisi tambahan. sumber energi untuk tumbuh.
- Aplikasi di Tanah yang Sehat dan Kaya Humus: Jamur ini tumbuh subur di tanah yang subur dan sehat. Kombinasi campuran bahan organik dengan pemberian hara fosfor(P), Kalsium(Ca) dan Magnesium sebagai media tanam dapat membantu mempercepat pertumbuhan akar untuk berkoloni dengan jamur Trichoderma



